Soal anggapan Bitcoin sebagai alat pembayaran, ini tanggapan CEO

CEO Bitcoin Indonesia, Oscar Darmawan, menegaskan bahwa bitcoin memang bukan merupakan mata uang yang dapat diterima dan digunakan dalam sistem pembayaran di Indonesia. Menurutnya, bitcoin lebih sebagai barang digital atau digital aset.

“Saya lebih suka sebut sebagai barang. Digital aset. Saya tidak terlalu pro ini (bitcoin) disebut sebagai alat bayar atau alat tukar. Saya kurang setuju (bitcoin) sebagai mata uang,” ungkapnya di Hotel Ibis Harmoni, Jakarta Pusat, Rabu (13/12).

Dia mengakui bahwa mata uang yang berlaku di Indonesia adalah Rupiah. Sehingga bitcoin tidak dapat digunakan sebagai alat pembayaran.

“Saya selalu mendukung aturan pemerintah. Kalau anda beli barang dengan USD, Euro, itu ilegal. Karena transaksi di Indonesia wajib dengan rupiah. Jadi, jangan minta saya untuk minta bitcoin ini dilegalkan sebagai mata uang, karena USD sendiri dipakai untuk pembayaran itu ilegal,” tegas dia.

Selain itu, Oscar pun menilai bahwa penggunaan bitcoin sebagai alat bayar amat tidak efisien dan efektif. “Pertama ribet, kedua transaksinya juga tidak mudah ya. Saya mau bayar harus yakinkan mereka dulu untuk menerima,” kata dia.

“Tidak efisien. Bayangkan saja kalau saya mau beli minuman ringan, membayar pakai bitcoin juga pasti setengah mati. Di mana pun saya tidak akan mencobanya,” sambung Oscar

Lebih jauh, dia mengatakan yang diharapkan oleh pelaku usaha bisnis virtual currency ini adalah agar pemerintah menyediakan aturan untuk mengatur transaksi mata uang virtual. Tujuannya agar segala jenis transaksi yang terjadi dapat diawasi. “Semua transaksi biasa dimonitor. Untuk mencegah money laundry, dan transaksi yang terjadi tanpa diawasi,” kata dia.

Diharapkan dengan adanya aturan tentang mata uang virtual ini, para pelaku industri menjadi lebih sadar dan menciptakan kepastian bisnis bagi pelaku bisnis mata uang virtual. “Dari industri pasti diharapkan kalau ada guidance apa transaksi yang harus dilaporkan, standar anti money laundry-nya bagaimana, sehingga ekosistem ini bersih. Karena kita percaya kalau ekosistem bersih tentu masyarakat lebih diuntungkan,”

Menurut dia, tidak dapat dipungkiri bahwa investasi di sektor uang virtual ini bernilai cukup besar dan bisa menambah devisa negara. “Semua industri yang bergerak di pabrik blockchain token saat ini menuju ke Jepang. Ada billion dollar transaksi yang menuju ke Jepang. Masuk ke negara Jepang. Tambahan devisa bagi Jepang,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *