Sindikat Skimming Beroperasi Keliling Indonesia

Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, membekuk empat orang warga negara asing dan satu warga negara Indonesia, terkait kasus pembobolan rekening nasabah bank dengan modus skimming. Para pelaku menjalankan aksinya berkeliling Indonesia.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Nico Afinta mengatakan, berdasarkan informasi yang masuk, penyelidikan mendalam dan melakukan pelacakan bersama Bank Indonesia, polisi akhirnya berhasil menangkap kelima tersangka. Sindikat ini sudah menjalankan aksinya sejak bulan Oktober 2017.

“Mereka melakukan pekerjaannya di beberapa tempat. Jadi TKP-nya itu ada di Bali, kemudian di Lombok, dan ada di Jakarta serta Yogyakarta. Jadi mereka keliling Indonesia dan berpindah-pindah sehingga menyulitkan untuk dilacak,” ujar Nico, Sabtu (17/3).

Dikatakan, para pelaku juga selalu mengambil uang dengan cara transfer, kemudian sebagian ditukar Bitcoin untuk mempersulit pelacakan.

“Ketika mengambil uang, mereka jarang diambil cash (tunai) semuanya hampir polanya ditransfer. Kemudian setelah ditransfer ada sebagian yang dipindahkan ke Bitcoin untuk mempersulit penyidikan yang dilakukan oleh Polri,” ungkapnya.

Menyoal apakah para tersangka merupakan pelaku pembobolan rekening puluhan nasabah bank pelat merah di Kediri, Nico belum bisa memastikannya karena perlu data dari pihak bank.

“Kami belum bisa mengatakan sebelum kami menemukan, mendapatkan alat bukti dari perbankan. Secara penyidikan kami sudah berkoordinasi. Buka data diperbankan tidak mudah,” katanya.

Modus para pelaku adalah memasang alat skimming di ATM untuk mendapatkan data-data nasabah, termasuk menggunakan kamera tersembunyi agar mengetahui nomor PIN. Merespons hal itu, Nico mengimbau, agar para nasabah membiasakan menutup nomor pada saat menekan PIN.

“Lalu yang berikutnya bila menemukan ada beberapa alat-alat yang di luar kebiasaan di mesin ATM, bisa melaporkan kepada polisi. Misalnya merasa terganggu, tidak mulus masuknya (kartu). Kemudian juga apabila kita di ATM melihat ada beberapa orang yang masuk dalam waktu yang sangat lama, mungkin bisa dilihat, diingatkan atau mencari satpam supaya satpam yang memberi tahu atau menegur atau ada keterangan, dan sebagainya,” tandasnya.

Sebelumnya diketahui, Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, berhasil membongkar sindikat pelaku pembobol rekening nasabah bank dengan modus skimming jaringan internasional. Kelima tersangka itu atas nama Caitanovici Andrean Stepan (Rumania), Raul Kalai alias Lucian Meagu (Rumania), Ionel Robert Lupu (Rumania), Ferenc Hugyec (Hungaria), dan Milah Karmilah (WNI).

Mereka berbagi peran dalam menjalankan aksinya. Ada yang memesan alat-alat kejahatan berupa alat skimming, kamera, softwaredan lainnya, kemudian ada yang bertugas sebagai operasionala atau memasang alat di mesin ATM, dan pengambil uang hasil kejahatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *