Satgas OJK ingatkan masyarakat waspada penawaran investasi Bitcoin

Satgas Waspada Investasi mengimbau masyarakat waspada terhadap penawaran mata uang virtual (virtual currency). Di mana salah satu jenisnya yang tengah marak saat ini adalah bitcoin.

“Mata uang virtual bukan merupakan instrumen investasi keuangan yang memiliki regulasi. Perdagangannya lebih bersifat spekulatif karena memiliki risiko yang tinggi,” kata Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing, seperti dikutip dari Antara di Jakarta, Jumat (15/12).

Dia mengatakan terdapat beberapa entitas yang menawarkan mata uang virtual bukan bertindak sebagai marketplace, tetapi justru memberikan janji imbal hasil tinggi.

Tongam juga mengingatkan bahwa Bank Indonesia telah menyatakan bahwa mata uang digital tidak dapat digunakan sebagai alat tukar.

Sebelumnya, Deputi Komisioner Pengaturan dan Pengawasan Terintegrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Imansyah, menuturkan pihaknya masih mengkaji dampak positif dan negatif penggunaan mata uang virtual bitcoin di Indonesia. Pihaknya belum memastikan akan memperbolehkan atau tidak penggunaan Bitcoin untuk transaksi.

“Tentu saja kita mau tahu ini barangnya apa dan bagaimana, supaya tidak berimbas negatif. Tapi itu belum firm ya. Jadi belum pasti pemerintah seperti negara lain. Jadi kita lihat kembali apakah ini positif, atau ada dampak positif kita lihat aturannya,” kata Imansyah di Kantornya, Jakarta.

Menurutnya, munculnya bitcoin merupakan dampak perkembangan teknologi yang tak bisa dihindari. Di beberapa negara penggunaan bitcoin akan diatur sebagai bentuk transaksi, salah satunya ialah Singapura.

“Singapura akan ngatur, itu pilihan yang harus diambil pemerintah. Ini perkembangan yang tidak bisa dihindari lagi,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *