Kata Ahli soal Lonjakan Bitcoin

Bitcoin capai level tertinggi US$ 11.000. Usai sentuh level tertinggi US$ 11.388,33, bitcoin tergelincir 18 persen menjadi US$ 9.290,30 pada Rabu 29 November 2017.

Mengutip laman CNBC, bitcoin mencoba bergerak ke level US$ 10.000, dan akhirnya diperdagangkan di posisi US$ 9.725. Perdagangan Bitcoin sangat volatile lantaran berkurang untuk ikuti kenaikan permintaan.

Di tengah pergerakan nilai bitcoin yang volatile dan sentuh level tertinggi sejumlah pihak memberikan pandangannya mengenai bitcoin. Bubble, ponzi, tulip menjadi salah satu kata yang digunakan bagi pengkritik kripto selama setahun terakhir. Ini mengingat bitcoin berada di posisi US$ 1.000, kini level tertinggi mencapai US$ 10.000. CEO JP Morgan Jamie Dimon menuturkan, mata uang digital hanya sementara.

Bitcoin membukukan pengembalian untung lebih dari 900 persen sejak awal 2017. Salah seorang trader mengatakan kenaikan bitcoin pada 2017 termasuk yang terbesar yang pernah dia lihat lebih dari 40 tahun bekerja di bidang keuangan.

David Shrier, Akademisi dan CEO Distilled Analytics menuturkan, pihaknya sama sekali tidak ragu ada spekulasi yang terjadi dengan mata uang digital. Namun hal itu bukan hal buruk.

“Ada cukup utilitas dan utilisasi bitcoin sehingga akan mempertahankan nilai bahkan jika harganya berkurang. Amazon tidak sentuh level US$ 0 saat gelembung dotcom meledak demikian juga bitcoin tidak akan sentuh posisi nol,” ujar dia seperti dikutip dari laman CNBC, Kamis (30/11/2017).

Dominic Williams, Ilmuwan DFNITY Project juga skeptis mengenai mata uang digital. Ada kemungkinan kecil proyek memegang initial coin offering (ICO) dapan sukses. ICO merupakan cara bagi perusahaan untuk mengumpulkan dengan imbalan uang konvensional dan digital. Hal ini berbeda dengan saham yang diberikan kepada investor. Namun sebagai gantinya bisa diperdagangkan dan digunakan untuk perusahaan.

“Sebagian besar telah diciptakan secara khusus dengan ambisi mengumpulkan uang dari investor yang antusias dari pada memberikan utilitas di dunia nyata,” kata dia.

Sementara itu, Ken Griffin, Pendiri dan CEO Citadel khawatir kalau beberapa investor mencampur blockchain dan bitcoin. Blockchain seperti buku besar digital yang dapat merekam transaksi. Ini teknologi dasar yang membuat mata uang digital untuk bitcoin dan ethereum. Kepada CNBC, dia menuturkan banyak orang membelinya tapi tidak mengerti teknologi yang mendasarinya.

Shrier menuturkan, kalau dia tidak terlalu khawatir dengan mata uang digital yang turun akan hambat penerimaan bank. Bahkan ada spekulasi dapat membantu menarik sumber modal baru.

Sedangkan Williams mengatakan, kalau mata uang digital yang bisa digunakan sehari-hari, nilainya harus tabil. Jika tidak maka tidak akan efektif untuk media pertukaran.

“Nilai bitcoin sangat volatile karena diciptakan terutama oleh interaksi permintaan spekulatif,” kata dia.

Dia khawatir tentang kemungkinan beberapa orang yang masuk mungkin membuat masalah sehingga membuat bitcoin sebagai skema pemasaran yang berbentuk piramida. Ini dapat membuat pembeli awal menjadi kaya, tetapi orang lain kehilangan banyak uang. “Hanya waktu yang akan mengatakannya,” tambah dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *