Harganya Turun Lagi, Nilai Bitcoin Terpangkas Rp 900 Triliun

Tahun 2018 menjadi permulaan yang buruk bagi mata uang virtual bitcoin. Senin kemarin, pelopor cryptocurrency tersebut kembali mengalami penurunan nilai sebesar hampir 20 persen hingga sempat menyentuh kisaran 6.500 dollar AS per keping.

Nilai pasar keseluruhan bitcoin pun dilaporkan turun sebesar 67 miliar dollar AS atau lebih dari Rp 900 triliun dalam seminggu terakhir.

Harga bitcoin kini terpaut jauh, dengan selisih melebihi 60 persen, dari rekor tertinggi di kisaran 19.500 dollar AS per keping yang tercatat pada bulan Desember 2017 lalu.

Penurunan harga bitcoin dipicu oleh aksi jual besar-besaran akibat banyaknya kabar buruk yang belakangan menerpa industri cryptocurrency.

Awal pekan ini, misalnya, sejumlah institusi keuangan besar, di antaranya Bank of America, Citigroup, JP Morgan, dan Llyods Banking Group sepakat melarang pembelian bitcoin dengan kartu kredit mereka.

Langkah perbankan diikuti oleh retail. Sebagaimana dirangkumKompasTekno dari Forbes, Selasa (6/2/2018), setidaknya empat operator e-commerce besar tak lagi menerima bitcoin sebagai alat pembayaran, termasuk Microsoft.

Sementara itu, pemerintah China bakal memblokir akses warganya ke bursa cyrptocurrency internasional manapun di seluruh dunia, setelah sebelumnya melarang bursa cyrptocurrency lokal.

Mata uang virtual di luar bitcoin juga bernasib buruk. Ethereum sempat tercatat mengalami penurunan harga hingga 20 persen awal pekan ini hingga mencapai kisaran 700 dollar AS per keping. Nilai Ripple pun turun lebih 60 persen dari hingga kurang dari 1 dollar AS per keping.

Saat berita ini diturunkan, menurut data dari Coindesk, bitcoin diperdagangkan dengan harga sekitar 7.000 dollar AS per keping.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *