Harga Bitcoin Mulai Turun

Mata uang virtual alias cryptocurrency Bitcoin (BTC) masih ramai diperbincangkan. Sebab, dalam satu tahun terakhir ini harganya naik sangat tinggi.

Bahkan, hanya dalam waktu singkat harganya bisa menembus US$ 18.000 atau sekitar Rp 240 juta. Namun sepertinya harga BTC sudah terlalu tinggi.

Sehingga dalam beberapa hari terakhir ini mulai turun. Seperti apa ceritanya? Simak selengkapnya di sini.

Mata uang virtual, bitcoin terus turun dalam beberapa hari ini. Terakhir, bitcoin turun US$ 1.000 atau Rp 13,5 juta (kurs Rp 13.500/dolar) dalam 1 jam.

Dilansir CNBC, Rabu (20/12/2017), mata uang digital itu turun dari US$ 17.929 ke level US$ 16.912 atau sekitar Rp 228 juta pada pukul 3.30 dan 4.30 pada Selasa kemarin, menurut Coinbase, platform pembelian dan penjualan cryptocurrency, sejenis bitcoin.

Penurunan itu terjadi di menit-menit terakhir penutupan bursa saham Amerika Serikat.

Melemahnya mata uang virtual, Bitcoin dianggap karena pengaruh mulai ramainya Bitcoin Cash (BCH), salah satu cryptocurrency yang baru-baru ini mulai mencuat namanya.

Hal itu diakui CEO Bitcoin Indonesia Oscar Darmawan, yang kata dia harga Bitcoin cash beberapa hari ini mengalami lonjakan drastis. Bitcoin cash sendiri merupakan salah satu ‘saudara’ dari Bitcoin.

“Saya kira hari ini ada satu hal menarik yaitu harga Bitcoin Cash alami pelonjakan tinggi sekali. Itu sejenis cryptocurrency lainnya. Bitcoin Cash itu mengalami lonjakan yang sangat tinggi, lebih dari 70% dalam sehari,” kata dia ketika dihubungi detikFinance, Rabu (20/12/2017).

Tren kenaikan harga harga Bitcoin Cash, menurut dia, salah satunya disebabkan oleh adanya peralihan dari pemilik Bitcoin ke Bitcoin Cash. Imbasnya harga Bitcoin turun mengikuti hukum supply and demand, sementara Bitcoin Cash mengalami hal sebaliknya.

BCH muncul dari peristiwa fork dari BTC yang lama. Fork adalah peristiwa yang terjadi di blockchain Bitcoin saat tim pengembang Bitcoin ingin mengubah fitur baru ke sistem programming koin tersebut.

Alhasil, fork yang terjadi di BTC menciptakan produk baru, yang dinamai BCH. Namun sebenarnya, ini bukanlah produk baru yang benar-benar baru, karena mereka yang memiliki BTC saat fork terjadi, nilai BCH akan tetap sama. Sederhananya, ini adalah sebuah duplikasi yang sama saja dengan BTC.

Sebenarnya, banyak sekali jumlah cryptocurrency itu, tak hanya BTC dan BCH, jumlahnya bahkan bisa sampai ribuan. Nah, BCH adalah hanyalah modifikasi dari cryptocurrency yang ada.

Namun saat ini, tak seperti BTC yang sudah banyak diperjualbelikan, BCH masih belum banyak ditransaksikan. Likuiditasnya dianggap masih kecil dan sulit didagangkan. Namun seiring berjalannya waktu, BCH kini sudah banyak orang yang tahu dan dijadikan sarana investasi.

Sama seperti BTC dan cryptocurrency lainnya, tak ada yang tahu akan bergerak ke arah mana mata uang virtual ini.

Kemunculan mata uang virtual ‘saudara’ Bitcoin (BTC), Bitcoin Cash (BCH) berhasil mencuri perhatian pemain cryptocurrency. Hal itu tidak terlepas dari keunggulan yang dimilikinya.

para pemain BTC banyak yang beralih ke BCH. Hukum supply and demand pun berlaku, harga BCH naik tinggi.

Oscar menambahkan, ada sejumlah keunggulan yang dimiliki BCH sehingga mampu memberikan daya tarik bagi pemain mata uang virtual.

“Biaya transaksi jauh lebih murah,” sambungnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *