Harga Bitcoin Meroket, Tembus Rp 128 Juta per Koin

Harga Bitcoin melonjak melampaui US$9.400 menuju rekor barunya pada hari Minggu, 26 November 2017didorong meningkatnya antusiasme investor seputar libur Thanksgiving dan perayaan hari belanja Black Friday di Amerika Serikat (AS). Menurut data CoinDesk, harga mata uang digital (cryptocurrency) tersebut naik lebih dari 8 persen ke US$ 9.484,91 atau setara Rp 128 juta dan kemudian diperdagangkan sekitar US$ 9.300 pada Minggu sore waktu setempat.

Mata uang digital lainnya, ethereum, juga mencetak rekor tertingginya sepanjang masa di US$ 485,19 pada hari Sabtu, seperti dinyatakan CoinMarketCap. “Pergerakan ini tampaknya didorong oleh ritel,” kata Brian Kelly, kontributor CNBC dan CEO BKCM yang menjalankan strategi aset digital, seperti dikutip dari laman CNBC, Senin, 27 November 2017.

Bursa penukaran Bitcoin terbesar di AS, Coinbase, menambahkan sekitar 100.000 akun antara Rabu dan Jumat pekan lalu, sekitar liburan Thanksgiving pada hari Kamis, menjadi total sebesar 13,1 juta akun.

Angka tersebut didapatkan sesuai data publik yang tersedia di situs web Coinbase berikut catatan yang dihimpun oleh Alistair Milne, co-founder dan chief investment officer Altana Digital Currency Fund. Data Milne menunjukkan, Coinbase memiliki sekitar 4,9 juta pengguna pada November tahun lalu.

“Secara anekdot, semua orang yang saya tanyai dalam komunitas cryptocurrency mengatakan bahwa diskusi selama libur Thanksgiving adalah tentang Bitcoin, dan itu mengilhami banyak anggota keluarga untuk membeli Bitcoin,” kata Kelly.

Nilai Bitcoin telah berlipat ganda lebih dari sembilan kali sepanjang tahun ini, di tengah meningkatnya minat investor institusi. Bursa berjangka terbesar di dunia, CME, berencana untuk membuat Bitcoin futures pada pekan kedua Desember. Peluncuran produk derivatif untuk mata uang digital tersebut akan menandai langkah baru dalam membangun Bitcoin sebagai kelas aset yang sah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *