Bukan Bitcoin, Ini Uang Digital Favorit Para Kriminal

Kepolisian Eropa, Europol, membeberkan pergeseran transaksi pelaku kriminal di 2018. Dalam kicauan Direktur Eksekutif Europol Rob Wainwright di Twitter, pelaku kriminal kini mulai melirik mata uang digital lain selain bitcoin.

“Akan ada pergantian yang progresif di 2018 ini mengenai penggunaan cryptocurrency selain bitcoin,” ujarnya yang dikutip detikFinance dari CNN Money.

Lebih lanjut Wainwright mengatakan ini akan menjadi tantangan bagi badan penegak hukum.

Europol telah mengamati beberapa mata uang digital (cryptocurrency) yang sedang naik daun di kalangan pelaku kriminal. Mata uang yang disebutkan adalah monero, ethereum, dash, dan zcash.

Menurut data dari Europol, bitcoin telah digunakan sebanyak 90 persen dalam perdagangan mata uang digital pada 2016. Sementara untuk saat ini, sebarannya turun menjadi 36 persen.

Sementara itu mata uang digital monero yang dirilis 2014, dikatakan memiliki tingkat privasi yang lebih ketat dibandingkan bitcoin. Teknologi yang dipakai membuatnya sulit untuk melacak pengguna atau alamat IP.

Europol juga menyebutkan bahwa monero telah diterima dalam perdagangan di dark web dan telah digunakan dalam beberapa transaksi serangan ransomware.

Mata uang digital monero saat ini telah mencapai US$ 400 atau sekitar Rp 5 juta per keping (kurs: Rp 13.500/dolar). Setahun lalu nilai mata uang tersebut masih sebesar US$ 16 (Rp 200 ribuan).

Kepopuleran bitcoin belakangan ini diakui oleh ahli telah membuatnya banyak menarik investor. Semakin banyak perhatian yang ditaruh pada uang tersebut, membuat pelaku kriminal khawatir akan terlacak.

“Faktanya perhatian terhadap bitcoin membuatnya lebih bernilai bagi investor. Tapi menjadi kurang bernilai bagi penggemarnya kini, yakni pelaku kriminal yang mulai tertarik pada mata uang digital lainnya untuk menghindari pelacakan,” ujar Daniele Bianchi, Asisten Profesor Finance di Warwick Business School.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *