Bitcoin Bisa Sebabkan Kematian

Pendiri Microsoft mengungkapkan sisi negatif dari mata uang digital seperti Bitcoin, yang bahkan ia katakan bisa secara tidak langsung membawa kematian bagi pemiliknya.

Dalam sebuah wawancara, Bill Gates mengatakan bahwa sifat anonim yang dimiliki oleh teknologi blockchain sebagai basis dari cryptocurrency bisa memiliki dampak yang sangat buruk.

“Fitur utama dari cryptocurrency adalah sifatnya yang anonim. Menurut saya ini bukan hal yang baik karena dapat memancing lebih banyak munculnya kriminalitas, terorisme, serta para pelanggar pajak,” ujarnya.

Selain itu, pemanfaatannya pun juga bisa memberikan efek yang sangat mengerikan bagi penggunanya, salah satunya adalah kehilangan nyawanya sendiri.

“Saat ini, cryptocurrency digunakan untuk membeli fentanyl (sejenis penghilang rasa sakit) dan obat-obatan lain, sehingga bisa dikatakan teknologi ini bisa menyebabkan kematian secara tidak langsung,” katanya, seperti dikutip detikINET dari The Guardian, Kamis (1/3/2018).

Ungkapan tersebut bukannya tanpa alasan. Popularitas dari salah satu cryptocurrency ternama di dunia, Bitcoin, tak lepas dari diterimanya mata uang digital tersebut sebagai metode pembayaran di Silk Road, sebuah marketplace di dalam dark web yang menjual obat-obatan serta barang dan layanan terlarang.

Silk Road sendiri sudah ditutup oleh pihak FBI pada 2013 lalu.

Selain itu, ia juga berpendapat bahwa melakukan investasi terhadap mata uang digital adalah ide yang buruk. Menurutnya, ICO (initial coin offering) pada cryptocurrency sangat spekulatif sehingga menimbulkan risiko yang tak kalah besar.

Meski begitu, Charles Hayter selaku CEO dari CryptoCompare mengatakan bahwa ungkapan Bill Gates sejatinya benar, namun sedikit naif.

“Cryptocurrency secara natural mendapatkan akses untuk digunakan pertama kali di dalam pasar gelap, namun tren tersebut berubah seiring keabsahan dari kebanyakan bisnis mata uang digital,” katanya.

“Dolar pun memiliki porsinya sendiri dalam mengantarkan penggunanya menuju kematian, dan akan terus seperti itu. Kita harus melihat lebih jauh terhadap potensi dari sistem ini,” pungkas Hayter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *