2017, Serangan Cryptojacing Meningkat 340 Kali Lipat

Tren pertumbuhan nilai cryptocurrency pada akhir tahun lalu ternyata diikuti oleh jumlah serangan penambangan mata uang digital oleh para hacker.

Symantec melaporkan bahwa kegiatan pembajakan komputer untuk menambang cryptocurrency, atau kerap disebut cryptojacking, meningkat 8.500% pada Kuartal IV 2017. Pesatnya pertumbuhan tersebut dikarenakan meningkatnya nilai Bitcoin dan mata uang digital lain pada tahun lalu.

Kegiatan cryptojacking sepanjang Desember 2017 sudah mencakup 24% total serangan online yang berhasil ditangkal pada periode tersebut. Sedangkan untuk Kuartal IV 2017, 16% dari seluruh serangan siber yang berhasil diblok pada periode tersebut adalah cryptojacking. Jika ditotal secara keseluruhan, sepanjang 2017 lalu cryptojacking tumbuh sebesar 34.000%, atau 340 kali, dibanding 2016.

Tiga bulan terakhir tahun lalu memang menjadi periode emas bagi cryptocurrency. Bitcoin bahkan mencatatkan nilai tertingginya, yaitu USD 19.771, pada Desember 2017. Ethereum dan Ripple pun menyentuh salah satu nilai tertinginya di periode yang sama, dengan masing-masing mencapai USD 876 dan USD 2,79.

Selain pesatnya pertumbuhan nilai sejumlah cryptocurrency pada akhir tahun lalu, Symantec juga melaporkan bahwa meningkatnya jumlah serangan cryptojacking juga disebabkan oleh mudahnya pengoperasian aplikasi penambang mata uang digital. Bahkan, disebutkan juga dalam laporan tersebut, menambang cryptocurrency dari CPU orang lain lebih mudah dibanding memasang virus.

Disamping kemudahannya, efeknya yang tidak dapat diketahui secara langsung oleh korbannya pun menjadi salah satu alasan mengapa cryptojacking menjadi tren terbaru dalam serangan siber.

“Pencurian energi dan sumber daya orang lain sangat tidak terprediksi, apalagi terawasi. Hal ini membuat sulitnya mendeteksi komputer yang terjangkit cryptojacking,” ujar Alex de Vries, founder Digiconomist, sebuah situs yang melacak konsumsi energi dari penambangan Bitcoin dan Ethereum.

Meski begitu, bukan berari perangkat yang terjangkit serangan tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda keanehan. Biasanya, perangkat tersebut akan mengalami penurunan performa, baterai yang habis lebih cepat dari waktu normal, serta panas berlebih.

Cryptojacking pun diprediksi masih akan menjadi tren kejahatan siber dalam beberapa waktu mendatang. Hal tersebut diungkapkan oleh Director of Security Response Symantec, Kevin Haley.

“Kejahatan siber akan terus memanfaatkan lebih banyak sumber daya untuk melakukan kegiatan penambangan. Setelah sebagian besar cryptojacking masih berkutat di PC, Mac, dan smartphone, para penyerang akan beralih ke sumber energi yang lebih besar untuk mendatangkan lebih banyak keuntungan,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *